Teknologi AI merajalela pada zaman sekarang, apakah dapat berdampak buruk kepada manusia?

Artificial Intelligence atau yang kerap dikenal dengan sebutan AI merupakan kecerdasan buatan. Teknologi AI (Artificial Intelligence) di rancang untuk membuat sistem komputer yang mampu menirukan kemampuan intelektual manusia. Semakin pesat berkembangnya zaman semakin banyak peminat yang menggunakan Teknologi AI, dari sumber Wamenkominfo yang di liput oleh Liputan6.com, Jakarta (29/11/23) menyebutkan sekitar 22,1% pekerja Indonesia sudah memakai teknologi AI untuk membantu dalam berbagai sektor, seperti informasi dan komunikasi, jasa keuangan, asuransi, pemerintah, dan pertahanan. Teknologi AI menarik banyak minat dari berbagai kalangan, baik dari kalangan dewasa, maupun remaja, dikarenakan teknologi AI banyak mempunyai kelebihan, di antaranya sebagai berikut :
1.Kemampuan Analitik dan Efisiensi Tinggi
Teknologi AI memiliki kemampuan menganalisis data dengan akurat selain itu teknologi AI juga dapat menyelesaikan pekerjaan dengan kecepatan pemrosesan yang tinggi.
2. Ketersediaan 24×7
Teknologi AI dapat bekerja setiap waktu berbeda dengan manusia yang memerlukan waktu untuk beristirahat.
3. Otomatisasi Tugas Berulang
Teknologi AI mampu mengotomatiskan tugas-tugas berulang.
4. Inovasi-Inovasi Baru
Teknologi AI berkontribusi dan mempunyai potensi untuk mendorong penciptaan inovasi dalam berbagai bidang dan cara.
Masih banyak lagi kelebihan dari teknologi AI (Artificial Intelligence) yang dapat memudahkan pekerjaan manusia dalam kehidupan sehari-hari, tetapi walaupun mempunyai banyak manfaat bagi manusia, teknologi AI jikalau di gunakan secara berlebihan dan tidak tepat dapat mengakibatkan dampak buruk bagi manusia, contohnya sebagai berikut :
1.Ketergantungan Terhadap Teknologi
Teknologi AI membantu meringankan pekerjaan manusia dalam berbagai bidang kehidupan sehari-hari, jikalau terus menerus menggunakan teknologi AI kemampuan untuk berpikir kritis, kreatif, pemecahan masalah, pengambilan keputusan jarang di gunakan menjadikan manusia malas untuk berusaha.
2. Berdampak pada Tenaga Kerja
Teknologi AI dapat berdampak pada tenaga kerja, semakin banyak tenaga kerja yang digantikan oleh tenaga mesin, menimbulkan kekhawatiran terhadap tenaga kerja, tugas tugas yang sebelumnya dilakukan oleh manusia sekarang dapat di gantikan oleh sistem AI yang dapat berpotensi menyebabkan permasalahan pengangguran meningkat.
3. Dapat disalahgunakan (Disinformasi)
Di lansir dari cnn.indonesia.com (20/21/23) Kementerian Komunikasi dan Informatika mengungkap banyak penyalahgunaan dari pengguna yang menggunakan teknologi AI, pengguna menyalahgunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam bentuk deepfake. Deepfake merupakan salah satu tipe kecerdasan buatan (AI) yang menghasilkan video, audio, atau foto yang benar-benar baru dengan tujuan untuk menggunakan sesuatu hal yang sebenarnya tidak pernah terjadi pada kenyataannya. Womenkominfo melanjutkan data Home Security Heroes menunjukkan ada 95.820 video deepfake yang tersebar secara global pada tahun 2023.
Kesimpulan yang dapat kita ambil setelah membaca penjelasan di atas ialah teknologi AI (Artificial Intelligence) merupakan teknologi yang sangat bagus untuk memudahkan pekerjaan kita dalam berbagai bidang, tetapi jika di gunakan dengan tujuan yang tidak tepat ataupun terlalu ketergantungan terhadap teknologi tersebut dapat mengakibatkan hal yang buruk kepada manusia seperti yang sudah di sebutkan di atas, jadi, bijak lah dalam melakukan sesuatu.